0

guru sangup menjadi pelacur demi murid-murid
Tinggal di desa kecil di daerah Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur. Setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia ( gambar) yang mempunyai tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan seperti gadis-gadis lainnya.

Kerana Xia menolak akan hal ini, ayah nya Xia selalu menghukum dia.Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa memerlukan seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa gaji.

Hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid terpegun dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak ketika itu Kelas selalu menjadi penuh dengan tawa setiap murid. Dalam keadaan kelas yang sempit ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata Cina dan pengetahuan lainnya kepada murid nya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak boleh melanjutkan pendidikannya. Lalu guru besar sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan ketua kampung yang mengurus budget bahagian pendidikan agar memberikan sumbangan wang utk membetulkan sekolah mereka tetapi kembali dengan tangan kosong. Guru besar sekolah mengatakan kepada Xia bahwa ketua kampung akan memberikan wang kalau hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta wang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan ketua kampung sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi ketua kampung. Sebelumnya Xia khuatir kalau kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya.

Xia berjalan lebih dari 10 km untuk ke pejabat sang ketua kampung setelah sampai, Xia duduk di depan pejabat yang bagus di ruangan sang ketua kampung. Setiba nya di pejabat, sang ketua kampung menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Wang kamu ada di bilik tersebut… kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang ketua kampung telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di cadari darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera kebangsaan China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada di fikiran nya adalah berpuluh puluh mata murid murid nya yang akan kecewa kalau tidak ada kelas buat mereka belajar.

Setelah itu Xia bergegas balik ke rumah yang gelap dan tidak memberi tahu kepada seorang pun tentang kejadian tersebut. Hari berikutnya, para penduduk membeli kayu dan membetulkan keadaan kelas. Akan tetapi kala ada hujan yang deras, kelas tersebut tetap tidak boleh di gunakan. Xia mengatakan kepada murid muridnya bahwa ketua kampung akan membangun sebuah sekolah yang bagus buat mereka. Dalam kurang lebih 6 bulan, kepala sekolah mengunjungi ketua kampung 10x akan tetapi tetep tidak diberikan dana yang dijanjikan kepada mereka. Hanya ketua kampung lah yang tahu apa yang telah terjadi pada Xia akan tetapi tidak boleh berbuat banyak tentang itu.


Pada saat semester baru berganti, banyak murid yang tidak boleh melanjutkan sekolah nya kerana biaya dan mereka harus membantu orang tua nya untuk bekerja… Jumlah murid nya berkurang dan bekurang. Xia sangat sedih akan keadaan seperti itu. Ketika Xia mengetahui bahawa harapan murid muridnya telah hilang bagaikan asap. Dia lalu kembali ke kamarnya. Xia membuka bajunya, dan melihat tubuh telanjangnya di depan cermin. Xia bersumpah akan memakai tubuhnya yang indah untuk mewujudkan impian dari murid muridnya untuk boleh kembali sekolah… Xia tahu semua gadis dari desa bekerja sebagai pelacur di kota untuk mencari wang dan itu cara yang senangg untuk dia untuk mendapatkan wang. Dia membersihkan dirinya dan mengucapakan selamat tingal kepada guru besar sekolah, ayah dan sekolah…


Ketika dia berangkat ke kota, ayahnya tersenyum bangga akan tetapi kepala sekolah menangis sedih akan pilihan yang Xia lakukan….Di dalam glamor kehidupan kota, Xia tidak senang sama sekali dia menderita, dalam benak fikirannya, hanya ada sebuah kelas yang hancur dan keprihatian dan kesedihan dan kekecewaan expressi dari murid muridnya…. Xia masuk ke buat salon, berbaring di ranjang yang kotor dan menderita kerja kotor yang kedua di dunia percabulan… Malam itu di dalam diary nya Xia menulis “ketua kampung tidak boleh di bandingakan dengan tamu pertama nya lebih parah dan lebih kejam akan tetapi paling tidak tamu nya telah membayar dan memberi wang”


Xia mengirimkan semua wang penghasilannya kepada guru besar sekolah dengan mengurangkan biaya untuk hidup nya dengan harapan boleh mengirim lebih banyak lagi ke sekolah.Guru besar sekolah menerima wang tersebut dan mengikuti untuk menggunakan uang utk membangun sekolah… Ketika setiap orang yang menanyakan sumber wang tersebut, guru besar sekolah hanya menjawab bahawa di dapat dari dermai dari organisasi social. Akan tetapi seiring waktu, penduduk mengetahui bahawa sumber dana dari seorang bekas guru yang bernama Xia. Banyak reporters yang ingin meliputi berita ini akan tetapi di tolak oleh Xia dengan alasan bahwa dia hanya seorang pelacur biasa.Dengan wang tersebut, sekolah telah berubah …Bulan pertama, ada papan tulis baru…Bulan ke dua, ada bangku kayu dan bangku…Bulan ke tiga, setiap murid mempunyai buku masing masing. Bulan ke empat, setiap murid mempunya dasi masing masing. Bulan ke lima, tidak ada seorang murid pun yang datang ke sekolah tanpa alas kaki.


Bulan ke enam, Xia kembali mengunjungi sekolah Xia disambut dengan gembira dan para murid menyapa”Guru, kamu telah kembali guru, kamu cantik sekali”Melihat kegembiraan dari para murid muridnya, Xia tidak berkuasa untuk menangis,Tidak peduli berapa banyak air mata yang di teteskan nya dan berapa banyak derita, keluh kesan dan kisah sedih yang dia lalui dalam 6 bulan, Xia merasakan semua kisah sedih dan penderitannya itu sangat seimbang dan pantas untuk harga yang dia bayar untuk melihat apa yang Xia lihat saat itu. Setelah beberapa hari di rumah, Xia kembali ke kota. Pada bulan ke tujuh, sekolah telah mempunyai lapangan bermain yang baru. Pada bulan ke delapan, sekolah membangun lapangan permainan…pada bulan ke sembilan, setiap murid mempunya pensil yang baru. Pada bulan ke 10, sekolah mempunya bendera nasional sendiri, setiap murid boleh menaikan bendera setiap hari nya.


Hingga suatu waktu Xia dikenalkan kepada seorang businessman. Pengusaha luar asing bersedia membayar 3000 rmb buat satu malam. Dengan fikiran yang lelah yang telah dia lalui beberapa tahun lalu, Xia dengan lelah menuju hotel pengusaha asing. Dia bersumpah bahawa itu adalah pekerjaan kotor yang terakhir bagi dia dan setelah itu dia akan kembali ke desa dan bersama sama murid muridnya di sekolah. Akan tetapi nasibnya malang dan kejadian buruk telah terjadi malam itu dimana Xia bersumpah untuk terakhir kali nya, Xia di diperkosa dan di siksa hingga terbunuh oleh 3 pengusaha asing tersebut. Xia baru saja bertambah umur nya menjadi umur 21 tahun. Xia meninggal tanpa mencapai keinginan yang terakhir, iaitu untuk membangun satu kelas dengan 2 komputer yang boleh digunakan oleh murid murid.


Seorang pelacur telah meninggal dunia… keheningan yang di penuhi air mata. Ketika itu langit kota ShenZen masih berwarna biru seperti lautan. Para murid2, guru2 dan beberapa ratus penduduk menghadiri acara pemakaman Xia di desa kecil bernama “GanShu” Pada saat itu, semua hanya bisa melihat foto hitam putih dari Xia dalam foto itu Xia mengikat rambut nya 2 dengan senyuman bahagia… Kepala sekolah membuka diary Xia dan membacakanya di depan para murid murid nya dan Xia menulis “Sekali melacur, bisa membantu satu anak yang tidak bisa sekolah. Sekali menjadi wanita simpanan, boleh membangun sebuah sekolah yang telah hilang harapan. Bendera setengah tiang dikibarkan

Post a Comment Blogger

 
Top